RS Ortopedi Prof.DR.R. Soeharso Surakarta (Tipe A)

Bersepeda Di Masa Pandemi, Amankah?

Bersepeda Di Masa Pandemi, Amankah?

Oleh: Kartika Ekawati, Ners

Ranap Anggrek I
(Juara I Lomba Artikel Kesehatan HUT RI ke 75)

Berbicara mengenai pola hidup sehat pada masa pandemi ini, olahraga menjadi kebutuhan yang sangat krusial. Kita dituntut untuk menerapkan hidup sehat seperti cuci tangan, memakai masker, jaga jarak serta olahraga agar terhindar dari virus COVID-19 Pemerintah melalui beberapa lembaga dibidang kesehatan pun menghimbau untuk melakukan olahraga saat pandemi dengan tetap memetuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Didukung dengan penerapan #DiRumahAja serta work from home (WFH), olahraga seakan menjadi hobi baru bagi sebagian masyarakat. Lalu apakah olahraga yang sangat digemari saat ini? Yup, bersepeda.

Bersepeda saat pandemi COVID-19 ini merupakan fenomena baru yang tergolong masif dilakukan masyarakat kita. Bersepeda sangat digemari karena selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan paru- paru, juga dapat menjadi sarana rekreasi.

Baik di gang kecil, lapangan, stadion olahraga hingga jalan raya dapat kita temui para pesepeda. Social media pun dipenuhi foto, swafoto, atau video orang- orang sedang bersepeda. Toko- toko sepeda ramai dikunjungi para gowes wannabe. Bersepeda menjadi sangat viraldan menjadi hobi baru. Kekinian sehatkan badan, katanya.

Namun sayangnya, tidak jarang ditemui aktivitas ini dilakukan dengan bergerombol, memakai masker dengan tidak tepat, bahkan tidak memakai masker. Jika hal ini banyak ditemukan, bukan sehat yang didapat tapi resiko persebaran COVID-19 akan lebih hebat. Lalu, apakah berarti bersepeda pada masa pandemi tidak aman? Tentu saja aman, asalkan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pakai Masker

Mengacu pada peraturan pemerintah melalui gugus penanganan COVID-19, adapun beberapa protokol kesehatan yang perlu dilakukan ketika bersepeda. Pakai masker saat bersepeda.

Pemakaian masker dianjurkan saat melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, contohnya bersepeda. Aktivitas fisik berat tidak dianjurkan untuk memakai masker. Bersepeda bisa menjadi aktivitas fisik berat seiring dengan penigkatan kecepatan kayuhan. Apabila itu terjadi, turunkan kecepatan bukan masker. Jika masih ragu dan tidak mampu (karena masalah kesehatan lain) untuk menggunakan masker saat bersepeda atau berolahraga di luar rumah, maka lakukan aktivitas fisik di rumah saja.

Protokol Kesehatan Lainnya

Diutamakan untuk bersepeda sendiri (solo). Hindari bergerombol. Namun jika terpaksa, maksimal 5 orang dalam 1 kelompok. Jaga jarak aman saat bersepeda. Jarak aman kiri-kanan pesepeda dengan kendaraan lain adalah 2 meter. Jarak aman depan-belakang antar pesepedan adalah minimal 4 meter. Apabila semakin tinggi kecepatan bersepeda, jarak aman depan- belakang antar pesepeda adalah minimal 20 meter. Selain itu, pesepeda dianjurkan untuk ikut mematuhi lalu lintas serta waspada dengan kendaraan lain. Last but not least, selalu siap sedia hand sanitizer serta botol minum yang tertutup dan alat makan sendiri.

Aktivitas bersepeda aman dilakukan apabila setiap individu mematuhi protokol kesehatan yang ada. Jika protokol tersebut terasa berat untuk dipatuhi, lakukan aktivitas fisik atau olahraga yang lainnya. Tujuan dari bersepeda adalah untuk sehat. Namun apabila tidak patuh dengan standar kesehatan yang ada, semuanya sia-sia. Atau, apakah ada tujuan yang lain selain itu? Apakah tujuan bersepeda sudah beralih menjadi sebuah keinginan untuk tidak tertinggal dengan eforia ‘bersepeda kekinian’ yang viral saat ini?

COVID-19 is not a joke. Kita sedang berperang dengan sesuatu yang tidak terlihat sehingga membuatnya sangat berbahaya. Kuncinya adalah patuh, patuh, dan patuh. Mari kita tetap berolahraga sesuai dengan protokol yang ada. Jadikan setiap dari kita sebagai penyumbang proporsi keberhasilan dalam memutus rantai persebaran COVID-19. Salam sehat.