RS Ortopedi Prof.DR.R. Soeharso Surakarta

HARI LANSIA USIA NASIONAL (HLUN) Th. 2020

Hari Lanjut Usia Nasional Di Tengah Pandemi

29 Mei 2020

oleh : dr. Ni Luh Tantri, SpPD

Sejak COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO, seluruh populasi dunia menghadapi  problem kesehatan besar yang memiliki dampak yang sangat luas, tidak hanya di bidang kesehatan, problem sosial dan tantangan ekonomi merupakan masalah besar yuang harus dihadapi. Di banyak negara, populasi lanjut usia, merupakan populasi yang paling rentan untuk mengalami berbagai masalah akibat dampak pandemi COVID-19 ini. Polulasi lanjut usia memiliki risiko komplikasi yang lebih besar apabila terjangkit COVID-19, disebabkan oleh berbagai perubahan fisiologis dari fungsi organ tubuhnya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapakan tema “Masyarakat Bahagia” dengan sub Tema“Lansia sehat mandiri diwujukan dari keluarga sehat” sebagai tagline Hari Kesehatan lanjut Usia Nasional 2020, yang diperingati setiap tanggal 29 Mei. Badan kesehatan Dunia, WHO, menyebutkan bahwa menjaga dan melindungi individu lanjut usia dilingkungan sekitar merupakan tugas semua anggota masyarakat. Pemerintah berkewajiban memastikan, bahwa para lanjut usia terpenuhi kebutuhan hidupnya, dan mendapatkan perlakuan yang pantas dan penuh penghormatan sebagai seorang individu, “Leave no one Behind”

Sejalan dengan berbagai penurunan fungsi fisiologis dari organ tubuhnya akibat proses menua, disertai adanyapenyakit kronis yang mendasari, populasi lanjut usia sangat rentan untuk mengalami perburukan apabila terjangkit COVID-19.  Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi lanjut usia yang cukup tinggi, bersadarkan susenas 2018, populasi individu dengan uasia > 60 tahun didapatkan sebesar 9,2%. Sebagaian beesar populasi lanjut usia ini, tinggal dengan keluarga pendamping, sesuai dengan kultur budaya di Indonesia. Akan tetapi, dengan kemajuan ekonomi dan tingginya urbanisasi, banyak populasi lanjut usia yang tingal sendiri jauh dari putra putrinya. Merupakan tugas setiap individu di dalam masyarakat untuk menjaga dan memastikan kesejahteraan paralanjut usia ini.

Angka kematian akibat COVID-19 pada populasi lanjut usia cukup tinggi, suatu studi di Wuhan, mendapatkan angka kematian sebesar 19,2% pada populasi lanjut usia, dengan penyakit penyerta tersering adalah penyakit jantung  hipertensi dan penyakit paru obstruksi ronik.

Berbagai langkah dapat diambil untuk melindungi populasi lanjut usia ini, salah satunya adalah dengan memastikan kecukupan kebutuhan hidup para lanjut usia dan caregivernya. Social Distancing bukan berarti Social Isolation. Suplai bahan makanan bernutrisi, obat-obatan yang dibutuhkan minimal untuk 2 minggu ke depan, interaksi soasial harus dipastikan terpenuhi. Diseminasi informasi yang tepat dan terpercaya, sangatlah penting, mengingat begitu  banyak informasi yang menyesatkan tersebar, yang dapat memperburuk dampak isoalsi soaisal bagi populasi lanjut usia.

Rasa kesepian, isolasi sosial dapat memperburuk kesehatan mental individu lanjut usia, dukungan keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan agar individu lanjut usia dapat tetap aktif, menerpakan perilaku hidup bersih sehat, serta tercukupi kebutuhan nutrisi dan  kebutuhan psikologisnya. Dengan physical distancing bukan berati kita tidak dapat berinteraksi dengan orang lain, interaksi dengan jarak yang aman, komunikasi lewat telepon atau sekedar menyapa saat berpapasan sangatlah berarti. Sekali lagi, social distancing bukan lah social isolation. Beberapa tindakan sederhana yang memiliki arti besar dapat dilakukan, seperti :

  • Membelikan buah atau sayuran dal meletakkannya dipagar atau pintu rumah para lansia
  • Membuatkan makanan ringan atau masakan, diletakkan dalan wadah yang bersih
  • Meninggalkan notes atau catatan di pintu agar mereka sadar ada yang memperhatikan
  • Telepon secara berkala, atau video call apabila mereka memiliki dan mampu menggunakan sart phone
  • Menanyakan secara berkala apakah mereke sudah minum obat rutin, dan apakah masih cukup tersedia.

Merupakan tugas kita bersama untuk saling menjaga selama pandemi COVID-19 ini melanda.

Tugas kita sebagai komunitas untuk mencegah penyebaran virus Corona, dengan mematuhi anjuran social dan physcal distancing serta Perilaku Hidup Bersih Sehat

Berikan perhatian lebih bagi para pekerja kesehatan yang memberikan pelayanan bagai para pasien COVID-19 dan para lanjut usia terdampak.

Menjaga dan memberikan dukungan bagi para individu lanjut usia di lingkunagn sekitar merupakan tugas semua anggota masyarakat.

Semoga kita dapat melalu Pandemi Ini dengan selamat, Bersama Kita Bisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *